Mari ber-Investasi di Property

Mengapa Property?

Menurut pandangan para ahli, kesuksesan seseorang dalam taraf hidup ekonominya diukur dari jumlah asset property yang dimilikinya. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan property atau tempat tinggal dapat menjadi sebuah pengangkat derajat, karena secara tidak langsung kepemilikan akan suatu atau beberapa property mencerminkan tingkat kemapanan seseorang.

Ada beberapa alasan mengapa kita harus berinvestasi di Property:

1. Bumi tidak akan bertambah besar

Bahan baku untuk membangun sebuah bangunan adalah tanah. Sampai kapanpun lahan atau tanah tidak pernah akan bertambah.
Pada zaman dahulu kala peperangan yang dilakukan oleh para penguasa hanya untuk merebut wilayah kekuasaan. Siapa yang menguasai wilayah atau lahan lebih banyak maka dialah yang akan menjadi penguasa. Tidak pernah didengar seorang raja yang tidak memiliki wilayah kekuasaan.

2. Pertumbuhan jumlah penduduk

Kenaikan harga dinilai dari nilai tanah yang terus meningkat dari tahun ke tahun didasari dari pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya.
Untuk ini nilai suatu bangunan akan mengikuti hukum ekonomi, jumlah penduduk meningkat, kebutuhan akan tanah (tempat tinggal) juga meningkat sehingga kenaikan harga rumah itu tidak akan terbendung. Dengan demikian berinvestasi di property memiliki resiko yang relatif rendah.

3. Dua sumber pendapatan yaitu Sewa dan Capital Gain

Berinvestasi di property memiliki kombinasi penghasilan yang sangat menarik yaitu dari pendapatan sewa dan capital gain. Dengan berinvestasi di rumah/ruko/kios/apartemen yang benar tidak hanya akan memberi kita arus kas positif setiap bulannya tetapi juga memberi potensi capital gain (kenaikan harga) bangunan tersebut setiap tahunnya. Nilai capital gain itu bervariasi besarnya tergantung ketepatan kita memilih lokasi tempat yang strategis dimana lokasi tersebut juga menjadi incaran banyak investor, pusat bisnis atau bahasa umum dikatakan daerah komersil.

4. Investasi Aman dan Pasti dalam Jangka Panjang

Harga rumah biasanya tidak akan berfluktuasi begitu banyak. Secara umum, mungkin diperlukan beberapa waktu untuk harga rumah berubah seiring waktu. Hal ini berbeda dengan pasar saham dimana harga dapat berubah secara drastis dalam semalam.
Berbeda dengan saham, hunian juga bukanlah satu instrument yang bisa masuk dan keluar pada satu waktu pada tempat yang sama. Pada saham, investor bisa beli dan jual beberapa kali pada saham yang sama. Sedangkan pada rumah, bila investor membeli satu unit tempat yang kemudian dijual ke pasar sekunder, investor tersebut tidak dapat membeli kembali pada orang yang telah membeli rumah darinya.

5. Perlindungan terhadap Inflasi

Tidak seperti tabungan atau deposito dimana bunga yang diberikan biasanya sangat rendah daripada tingkat inflasi, harga property biasanya mengikuti setidaknya tingkat inflasi yang sama setiap tahunnya. Dalam hal ini, berinvestasi di property masih merupakan pilihan yang lebih baik untuk melindungi diri dari inflasi.

6. Kendaraan yang baik untuk mencapai Kebebasan Finansial (Financial Freedom)

Penghasilan sewa dari hunian tersebut dapat dijadikan alat untuk mencapai kebebasan finansial, tanpa harus terikat dengan pekerjaan tetap tetapi tetap memiliki penghasilan setiap bulannya.

7. Dapat mengurangi Beban Pajak

Dalam jurnal akuntansi sebuah bangunan yang dibeli dapat dimasukkan menjadi beban biaya, karena sebuah bangunan mengalami depresiasi atau penyusutan. Dimana nilai depresiasi ini sebagai biaya perusahaan yang akan mengurangi tingkat keuntungan sebelum terkena pajak. Sedangkan asset property (tanah dimana bangunan tersebut berdiri) masih memiliki nilai ekonomis.
Membeli property dengan menggunakan nama perusahaan dapat menghemat pajak. Membeli dengan atas nama perusahaan akan lebih menguntungkan dibanding dengan membeli atas nama perorangan karena sebagai perusahaan PPn yang dibebankan dapat di refund pada saat pelaporan pajak.

8. Menjadi Kaya lewat Property

Investasi Property dapat membawa orang untuk menjadi orang yang benar-benar kaya. Kunci untuk memperoleh kekayaan dalam berinvestasi rumah/tanah adalah melalui capital gain. Contoh : Seseorang berinvestasi di sebuah Apartemen dari harga 500 juta dengan uang muka sebesar 50 juta. Sewa bulanan dari Apartemen tersebut cukup untuk membayar angsuran bank per bulan, sehingga secara otomatis angsuran bank dibiayai oleh sewa bulanan. Setelah 10 tahun, Apartemen tersebut telah dibayar penuh dan Apartemen tersebut telah dihargai misalnya 1 miliar (ini konservatif, karena harga Apartemen di Indonesia akan meningkat jauh dari pada harga ini). Dalam hal ini keuntungan bersih dari modal 50 juta dengan capital gain mencapai 1 miliar (1 miliar – 50 juta) = 950 juta. Jika orang ini memiliki 3 apartemen maka total laba bersih akan hampir 3 miliar dalam 10 tahun hanya dengan modal 150 juta.
 
 

WhatsApp Chat us